Tassa Dimas, Life as A Couple: Reunian

Tassa Dimas, Life as A Couple: Reunian

2

REUNIAN

Tassa POV

Here is the day, bantuin mama di dapur nyiapin semua keperluan ngumpul sama temen-temen SMA-nya. Temen mama datang satu per satu. Aku males ngeladenin para emak-emak. Jadi minta tolong mbak Warsah yang bolak balik ke teras halaman belakang buat menata makanan dan minuman. Tiba-tiba mama muncul di dapur.

“Tas, buat di teras depan kamu yang anter makanan dan minuman ya.”

“Loh bukannya ngumpul di teras belakang, Ma?”

“Sudah jangan banyak tanya. Pokoknya habis ini kamu anter makanan dan minuman ke teras depan ya. “

“Iya-iya.”

Mama beranjak keluar dari dapur. Aku mau enggak mau mengikuti instruksi mama. Mama udah ngewanti-wanti dari tadi malem enggak boleh ngebantah semua yang diperintah mama. Huft! Mbak Warsah memberikan nampan yang berisi makanan dan minuman untuk di teras depan.

“Neng, jangan lupa pake senyum kalo tarok makanan buat tamu. Jangan cemberut gitu.” Ujar Mbak Warsah.

“Apaan sih  Mbak.”

Mbak Warsah senyum-senyum kecil. Hm… ada udang dibalik batu nih urusan antar mengantar yang satu ini. Aku tersenyum kecut.

XXX

Dimas POV

Mau tidak mau aku mengikuti semua kemauan mami. Here I am now, duduk di teras sebuah rumah yang asri bercat putih dengan banyak banget tanaman yang terlihat sangat terawat sekali.  Tidak lupa bawa peralatan tempur. Hape dan powerbank. Karena enggak tahu berapa lama mami akan berada di rumah temannya ini.Yang sudah-sudah bisa lebih dari tiga jam. Daripada bete duduk seorang diri nungguin emak-emak yang udah lama gak ketemu. Demi oh demi. Kalo bukan mami, duh ogah banget deh kayak begini.

“Eh..”

“Eh…”

Aku terkejut melihat perempuan yang datang dari dalam rumah membawa makan dan minuman. Lebih tepatnya  seh kami sama-sama terkejut.

“Lo bukannya ….” aku berusaha mengingat di mana aku bertemu dengan perempuan ini.

“Resepsi di gedung Manggala Wanabakti sebulan yang lalu.” Jawabnya cepat.

“Ah… iya-iya bener. Tajem juga ya daya inget lo. Apa kabar lo?”

Perempuan itu menatapku tajam. Kemudian ia memindahkan makanan dan minuman yang ada di dalam nampan ke meja. “Silahkan.” Ujarnya datar.

“Makasih. Baek bener.”

“Biasa aja kali. Ngapain lo di sini?”

“Gue lagi duduk. ”

“Gue juga tau elo lagi duduk. Maksud gue ada perlu apa lo ke sini?”

“Nganterin mami gue. Tuh di dalem.”

“Hah?” perempuan itu terkejut. “Lo mau nungguin emak-emak yang lagi kangen-kangenan. Bisa berjam-jam kali.” Perempuan itu tertawa kecil. “Good boy banget lo.”

“Puas banget lo ketawain gue.”

Tiba-tiba seorang laki-laki muda keluar dari dalam rumah. Ia menoleh ke arahku.

“Hi, Mas.”

Ia menyapaku ramah. Beda banget sama yang perempuan.

“Hi..” balasku dengan gaya sok ramah juga walaupun enggak kenal.

“Ooo ini Mbak cowok yang mau dikenalin sama lo? Cakep juga. Ya better-lah daripada mantan lo kemaren.”

Perempuan itu melotot ke arah laki-laki muda itu. “Irvan. Jaga mulut lo.” Ujar perempuan yang kini  berdiri agak jauh dari tempat dudukku. Ia menatap tajam. Tapi laki-laki muda itu bukannya berhenti tapi malah makin nyerocos.

“Udah lo sama dia aja. Daripada sama mantan lo yang gak jelas itu. Duluan Mas. Jagain Mbak gue ya. Assalamualaikum.” Ujarnya kemudian berlalu menaiki motornya dan kurang dari satu menit sudah menghilang dari pandanganku.

“Waalaikumsalam.” Ujarku kemudian  menoleh lagi ke arah perempuan yang masih saja berdiri sedari awal tadi. Ooo perempuan ini kakaknya laki-laki tadi.

“Apa lo liat-liat?”

“GR banget. Oooo jadi lo udah putus sama gandengan lo di resepsi kemaren itu?”

“Bukan urusan lo.”

“Gue tamu lho di sini. Enggak baek jutek sama tamu.”

Wajahnya semakin jutek. Ia menatapku tajam. Kalo dia harimau mungkin aku udah diterkam kali.

“Enggak capek lo berdiri terus dari tadi? Tuh kursi sebelah gue kosong. Mending duduk.”

“Siapa juga yang mau duduk di situ.”

“Elo. Masak lo mau tinggalin tamu duduk sendirian. Tega bener. Nyokap lo pasti seneng denger lo duduk temenin gue di sini. Oiya, kita belom kenalan. Nama gue Dimas. Nama lo siapa?”

Tanpa babibu perempuan itu balik kanan masuk rumah ninggalin aku duduk sendiri di teras depan rumahnya. Nasib…nasib..Baru kali ini ada tuan rumah kayak begitu sama tamunya. Fuih!

XXX

NOTE:

Please follow us at instagram (@novelbyviedyana) to get news up date about this novel. Thank you.

SuKa dengan artikel ini? Yuk, bagikan!

Viedyana

Emak dari tiga bocah kecil, domisili di Mataram, Lombok. Suka jalan-jalan, icip-icip makanan, dan menulis. Ada yang ingin ditanyakan atau bekerjasama untuk review usaha, produk dan lain-lain silahkan kontak vidya.nafsil@gmail.com

2 thoughts on “Tassa Dimas, Life as A Couple: Reunian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *