Menebar Manfaat dengan Menjadi Narablog? Kenapa tidak?

Menebar Manfaat dengan Menjadi Narablog? Kenapa tidak?

Bismillah.

Assalamualaikum. Kali ini saya ingin berbagi sedikit cerita perjalanan saya dalam dunia per-blogging-an. Menulis di blog bukanlah sesuatu yang baru bagi saya. Sepanjang ingatan saya, pertama kali saya mulai aktif menulis di blog sekitar tahun 2008. Saat itu saya memilih Multiply sebagai platform untuk menuangkan rangkaian kata yang ada di kepala ini. Tulisan terakhir saya di sana sekitar bulan November 2012. Selain di Multiply, saya juga sempat memanfaatkan media note Facebook untuk berbagi sedikit pengalaman-pengalaman hidup saya. Namun ini tidak berlangsung lama. Setelah itu cukup lama saya vakum dalam dunia tulis menulis di blog. Ya, saya mengalami pasang surut dalam menulis di dunia online ini.

Sumber: batopieblog.wordpress.com

Memasuki pertengahan tahun 2016 semangat saya untuk menulis di blog muncul kembali. Hal ini dipicu ketika melihat salah satu ibu dari teman anak saya di TK adalah seorang narablog. Namanya mbak Andy. Saya terkenang kembali masa-masa di mana saya rutin menuliskan banyak hal di blog. Saya rindu. Saya minta izin kepada pak suami untuk mulai menulis kembali. Ketika izin saya dapatkan, sekali lagi saya mulai menulis di dunia maya. Kali ini pilihan saya jatuh kepada platform WordPress. Saat itu saya berpikir ini hanya untuk mengisi waktu luang saya disela-sela kesibukan saya mengurus anak-anak dan segala sesuatunya di rumah.

Saya mulai aktif kembali menjadi seorang narablog. Menuliskan hal-hal kecil yang terjadi di dalam hidup ini.  Saya juga menjadikan blog gratisan ini sebagai wadah untuk mengenalkan usaha dagangan beberapa sahabat saya. Ya, kini blog tidak hanya sebagai pengganti buku diari yang isinya curahan hati sang narablog. Di era digital ini, blog telah menjelma menjadi salah satu wadah untuk memasarkan sebuah produk ataupun jasa. Dan saya pribadi senang dan bangga bisa menjadi bagian dari ini. Rasanya senang sekali blog dan tulisan saya memiliki manfaat bagi orang lain.   

Setahun setelah mulai aktif lagi menjadi narablog dan sering bertukar pikiran dengan mbak Andy tentang dunia per-blogging-an, saya jadi berkeinginan untuk memiliki blog komersial. Saya jadi berkeinginan untuk menebar manfaat dalam jangkauan yang lebih luas. Tidak hanya sahabat-sahabat terdekat saja, namun saya juga ingin menyasar perusahaan-perusahaan dan usaha UMKM yang  lebih profesional. Caranya yaitu dengan memiliki blog yang bukan gratisan. Kemudian saya berdiskusi dengan suami tentang keinginan saya untuk menulis di blog komersial. Alhamdulillah suami saya mendukung. Desember 2017, saya resmi menebar manfaat di dunia maya dengan tetap menggunakan nama Viedyana namun tanpa tulisan Wordpress di belakangnya.

Belum lama menebar manfaat dengan blog komersial, sebuah pesan masuk dari seorang sahabat melalui Whatsapp. Entah ada apa tiba-tiba beliau mengirimkan saya sebuah tautan tulisan yang setelah saya cek itu adalah tautan tulisan yang saya terbitkan setahun lebih yang lalu tentang usaha batik yang sedang beliau rintis. Tulisan tersebut saya terbitkan di blog saya yang masih menggunakan platform WordPress.  Dan sungguh saya terkejut seminggu kemudian saya mendapat kiriman sebuah paket berisikan taplak meja dari batik tulis yang dijahit dengan metode quilting dari sahabat saya ini. Taplaknya cantik. Saya suka. Katanya ini salah satu bentuk rasa terima kasihnya atas tulisan yang pernah saya terbitkan. Jujur saya terharu walau saya tidak tahu pasti apa yang sudah terjadi. Tidak pernah terlintas sedikit pun dalam pikiran saya akan mendapatkan sebuah kejutan seperti ini. Terselip sedikit rasa bangga dalam diri ini bisa membantu usaha teman sendiri. Kejadian ini membuat semangat saya semakin menggebu untuk terus belajar menulis yang baik dan benar, membuat saya semakin yakin dengan keputusan saya untuk menjadi seorang narablog profesional. Insya allah, sudah mengambil keputusan yang tepat. Well, kenapa tidak menebar manfaat dengan menjadi seorang narablog? Setuju? Tidak lama setelah itu sekali lagi saya menulis tentang usaha teman saya ini yang alhamdulillah semakin hari semakin berkembang. Kali ini tentunya saya menulis di blog komersial saya.

Walau tidak sering, namun saya berusaha untuk rutin menerbitkan tulisan-tulisan baru di blog komersial saya. Hidup tidak henti-hentinya memberikan kejutan manis dalam hal perkembangan blog komersial saya ini. Alhamdulillah dalam tempo sepuluh bulan saya berhasil meningkatkan  domain authority blog saya hingga 17 dan menembus google adsense dalam satu kali daftar. Sekali lagi terselip sedikit rasa bangga dan senang. Kenapa begitu? Hasil saya berselancar di dunia maya, di luar sana, banyak sekali narablog yang harus berkali-kali untuk mendaftarkan blog mereka ke Google supaya diterima sebagai partner untuk bekerja sama dalam hal penayangan iklan di blog. Puji syukur saya panjatkan ke hadirat-Nya saya lolos dalam satu kali daftar.

Ketika usia blog saya genap satu tahun alhamdulillah domain authority saya kembali naik. Kali ini menembus angka 21. Bahagia tiada tara melihat angka dua di sana. Dan tiba-tiba saya mendapatkan informasi dari mbak Andy tentang pendaftaran untuk mengikuti pengajuan blog bekerjasama dengan sebuah perusahaan jasa yang bergerak dalam bidang penyediaan tiket pesawat, voucher hotel dan lain-lain. Dan sekali lagi alhamdulillah, saya adalah salah satu narablog yang terpilih untuk bekerjasama dengan perusahaan tersebut. Sebuah penutup yang manis di akhir tahun. Bismillah, menebar manfaat lagi.  

Dan kini di bulan pertama tahun 2019 ini lagi-lagi saya mendapatkan sebuah kejutan lagi berkat tulisan yang sudah terbit di blog. Kali ini di blog komersial saya. Sebuah tulisan yang sudah agak lama. Sebuah pesan masuk melalui surat elektronik. Sekali lagi saya terharu membaca pesan itu. Dari seseorang yang tidak saya kenal dan kami tinggal terpisah pulau. Mbak ini sedang mencari informasi tentang melahirkan. Kebetulan saya pernah menulis tentang pengalaman saya dalam menghadapi persalinan. Kami pun berbalas pesan. Saya membaca surat elektronik tersebut dengan perasaan yang teraduk-aduk antara rasa sedih, senang, terkejut dan juga rasanya ingin sekali memeluk mbak yang bercerita tersebut. Kamu insya allah bisa melewati semuanya, Mbak!

Dan di tahun 2019 ini saya ingin sekali:

  • Belajar menulis lebih baik lagi sehingga tulisan-tulisan saya semakin berkualitas.
  • Domain authority blog saya semakin meningkat.
  •  Lebih produktif lagi dalam berbagi berbagai informasi.
  • Semakin semangat menebar manfaat.

Bagaimana dengan kamu teman? Apa nih alasannya ingin menjadi seorang narablog?

Mataram, 24 Januari 2019

Salam

SuKa dengan artikel ini? Yuk, bagikan!

Viedyana

Emak dari tiga bocah kecil, domisili di Mataram, Lombok. Suka jalan-jalan, icip-icip makanan, dan menulis. Ada yang ingin ditanyakan atau bekerjasama untuk review usaha, produk dan lain-lain silahkan kontak vidya.nafsil@gmail.com

6 thoughts on “Menebar Manfaat dengan Menjadi Narablog? Kenapa tidak?

  1. Waduh waduh…terharu euy, nama saya disebut berkali-kali gini. Sekarang malah saya yang terinspirasi sama Mbak Vidy, produktif banget! Blognya jadi lebih update dibanding blog saya.

    Keep blogging ya mbak 🙂

  2. Menarik ya mbak perjalanan dan achievement dr blogging nih. Bahagia karena dapat gift dr tulisan kita itu emang semenyenangkan itu yaaa. Salam kenal, ghina

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *