TassaDimas Life as a Couple: Lazy Saturday

TassaDimas Life as a Couple: Lazy Saturday

8

LAZY SATURDAY

Tassa POV

Siang hari aku baru bertemu dengan Irvan.

“Ya ampun Mbak, masih pake baju tidur aja. Baru bangun lo?”

“Iya.”

“Iiih kagak sholat shubuh lo ya?”

“Enak aja. Abis sholat shubuh gue tidur lagi tau.”

“Idiiiih udah mau kawin mana bisa begitu.”

“Apaan sih lo. Kawin kawin mulu. Siapa yang mau kawin?”

“Elo kan? Betewe kok tadi malem gak dianter sama Mas yang kemaren kamis itu?”

“Iiiss ngapain juga.”

“Eh lupa, Satnite kan baru nanti malem ya. Cieeee nanti malem ada yang ngapelin lagi nih.”

“Berisik banget sih lo, Van. Hari ini gue mau santai-santai aja di rumah. Gak mau diganggu siapapun. Lagi gak mau mikirin cowok. Bikin ribet hidup gue aja”

“Masih patah hati gara-gara Diki? Ya ampuuun Mbak, dari awal kan gue udah bilang, lo gak cocok sama dia, Mbak. Kalo sama yang kemaren anterin lo pulang  cocok tuh. Yang anak temennya mama itu lho.   Udah lo sama dia aja, Mbak. Apalagi restu mama udah di tangan. Udah gak ribet lagi deh buat urusan restu. Sepakat kedua belah pihak.”

“Gak usah ajarin gue tentang yang satu itu ya. Berisik banget.”

“Yeee dikasih tahu yang bener juga. Inikan tanda kasih sayang gue sama my sister the one and only. Kudunya lo seneng dong Mbak. Walau punya adek satu doang tapi perhatiannya okeh punya.”

“Kalo gitu gue pilih gak usah diperhatiin aja deh. Bikin hidup gue tambah ribet aja.”

Irvan tertawa ngakak. “Lo tuh ya Mbak kalo tambah jutek gitu tambah keliatan cantik.”

“Irvaaaaaan.”

Irvan berlari ke atas. Mama memanggilku untuk ikutan duduk di sofa ruang keluarga. Aku enggak jadi ngejer Irvan ke atas.

“Ya, Ma.” Aku duduk di sebelah mama sambil bersandar ke lengan kiri mama.

“Tadi malem kamu ketemu Dimas lagi, Tas?”

“Enggak, Ma. Mama ini Irvan didengerin.”

“Ooo kirain kamu ketemuan lagi.”

“Iiisshh males banget.” Ujarku pelan.

“Apa?” Tanya mama.

“Enggak, Ma. Gak ada apa-apa.” Jawabku cepat sambil nyengir.

“Kemaren kamis itu kamu sudah minta maaf sama Dimas?”

“Minta maaf kenapa, Ma? Emangnya Tassa punya salah apa sama dia?”

“Loh kamu ini gimana, Sabtu kemaren kan dia kamu tinggal begitu aja di teras.”

“Loh emangnya aku wajib ya harus nemenin dia? Lagian dia gak ada juga tuh ngungkit masalah itu. Mama aja nih yang terlalu khawatir.”

“Beneran tuh?”

“Iya, Mamaku sayang. Udah ah. Tassa mandi dulu ya, Ma.”

“Ya sudah, sana.”

Aku beranjak meninggalkan mama. Kembali ke kamar dan merebahkan lagi badanku di kasur. Menatap langit-langit kamarku yang penuh dengan tempelan bintang-bintang yang bercahaya ketika gelap. Huft! Aku menghirup nafas panjang, kemudian menghembuskannya perlahan. Kenapa semua orang berbicara tentang Dimas..Dimas..Dimas dan Dimas. Pagi, siang, malam ada saja topik tentang Dimas. Cukup. Sepertinya urusan dengan Dimas ini akan menjadi panjang kali lebar.

SEMESTA DAN KEGADUHAN CINTA

Hei semesta aku ingin bercerita, lagi

Sekali lagi tentang sesosok lelaki

Tiba-tiba saja ia hadir, mengisi hari-hari ini

Masih adakah kepingan hati yang tersisa untuk dibagi?

Hai semesta…masihkah ingat ceritaku yang lalu

Ketika raga ini rasanya tak memiliki tenaga

Ketika kaki ini rasanya tidak akan mampu lagi melangkah

Ketika pelupuk tak lagi mampu membendung air mata

Ketika wajah ini rasanya tidak akan mampu menatap ke depan

Semua itu rasanya baru saja kemarin

Hai semesta, kala itu rasanya ….

Dada ini sesak, hati ini tersayat-sayat 

Tahukah kamu…

Anak panah yang katanya cinta itu

Telah terlalu dalam menghujamku

Tepat di dasar jurang terdalam hatiku

Hai semesta…mendekatlah kepadaku

Inginku engkau tahu

Sekuat tenaga raga ini mencoba untuk bangkit

Sekuat  tenaga kedua tungkai kaki ini berlatih lagi untuk  berdiri

Sekuat tenaga ia belajar untuk melangkah

Meski tertatih, ia mencoba lagi lagi dan lagi

Hai semesta, tahukah engkau?

Kini, satu sosok baru hadir lagi

Hei kamu…Ya kamu

Kenapa jadi berputar-putar di duniaku

Mengisi hari-hariku

Aku menjadi jengah, aku menjadi resah

Berharap untuk tidak gelisah sepanjang malamku

Hai semesta, ada apa lagi denganmu?

Apa lagi salahku?

Kenapa begitu cepat hadirkan sesosok baru dalam hidup ini

Tidakkah cukup yang kemarin itu

Sesosok yang membuat hati ini berserakan

Baru saja mampu tegak berdiri

Rasanya tak sanggup jika harus terjatuh lagi

Dan kini ku berharap

Kegaduhan cinta tidak mewarnai hariku

Salahkah inginku?

Ku ingin menjauh dari cinta

Hingga waktu yang tak terhingga

XXX

NOTE:

Get news update about this novel by following our instagram account @novelbyviedyana

SuKa dengan artikel ini? Yuk, bagikan!

Viedyana

Emak dari tiga bocah kecil, domisili di Mataram, Lombok. Suka jalan-jalan, icip-icip makanan, dan menulis. Ada yang ingin ditanyakan atau bekerjasama untuk review usaha, produk dan lain-lain silahkan kontak vidya.nafsil@gmail.com

One thought on “TassaDimas Life as a Couple: Lazy Saturday

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *