Merawat Luka Akibat Gigitan Kucing

Merawat Luka Akibat Gigitan Kucing

Seseorang memelihara kucing biasanya karena beberapa alasan, seperti warnanya yang beraneka macam, mukanya yang begitu menggemaskan, hingga suara dan tingkahnya yang lucu. Semua ini mampu menghibur dan mendatangkan kebahagiaan bagi para pemiliknya.

Kucing sering menghabiskan waktunya untuk tidur di siang hari dan bermain di malam hari. Namun, beberapa kucing rumahan akan terjaga ketika mengetahui pemiliknya berada di rumah. Apalagi ketika sang pemilik baru saja pulang, kucing akan dengan sigap menghampiri pemiliknya sekedar untuk menyapa sang pemilik.

sumber foto: www.pixabay.com

Berbeda halnya jika kucing sedang merasa lapar. Ia akan menghampiri dan terus mengeong ke sang pemilik. Ini sebagai informasi bahwa ia merasa lapar dan butuh diberi makan. Kode-kode kucing, baik ketika ia kelaparan, ingin buang kotoran, ataupun saat marah dengan kucing lain, saat sedang gembira ataupun sedih, seringkali telah dikenali dengan baik oleh pemilik. Pemilik pun seringkali tahu bagaimana cara merespon tingkah kucing mereka.

Banyak pemilik kucing yang gemar sekali bermain bersama si mungil lucu ini. Mulai dari petak umpet, hingga menggelitiki bagian-bagian sensitif kucing. Bermain bersama kucing memang sangat menyenangkan, karena selain dapat membuang kepenatan akan rasa lelah selama beraktivitas seharian, juga bisa membaea kebahagiaan yang tentunya mampu merilekskan dan menyegarkan  pikiran para pemiliknya. Karenanya, pemilik kucing akan selalu rindu untuk segera pulang ke rumah untuk bertemu dan bermain dengan kucing kesayangan mereka.

Sumber foto: www.pixabay.com

Bermain dengan hewan, khususnya kucing yang memiliki kuku-kuku dan gigi yang tajam seringkali meninggalkan bekas luka baret di tangan sang pemilik. Meski pemilik kucing tak keberatan dengan goresan-goresan luka yang diberikan oleh kucing, namun pemilik kucing sebaiknya tetap memperhatikan dan merawat luka-luka baret tersebut dengan benar. Jika luka-luka yang dihasilkan perlu untuk diplester, pastikan menggunakan plester perekat yang aman yang bisa melindungi dan menutup luka dengan baik.

Luka-luka yang disebabkan oleh hewan peliharaan ada baiknya segera dikonsultasikan ke dokter, terlebih jika kondisi lukanya semakin membengkak, memerah, bernanah, ataupun terasa semakin perih seiring berjalannya hari.

sumber foto: www.pixabay.com

Untuk mengetahui informasi lebih lengkap mengenai perlindungan terhadap luka sayat dan baret, bisa dicek di https://www.id.hansaplast.co.id/bantuan-instan/kesehatan-dan-perlindungan/luka-sayat-dan-baret.

Mataram, 28 Maret 2019

Salam

SuKa dengan artikel ini? Yuk, bagikan!

Viedyana

Emak dari tiga bocah kecil, domisili di Mataram, Lombok. Suka jalan-jalan, icip-icip makanan, dan menulis. Ada yang ingin ditanyakan atau bekerjasama untuk review usaha, produk dan lain-lain silahkan kontak vidya.nafsil@gmail.com

One thought on “Merawat Luka Akibat Gigitan Kucing

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *