Sushi Roll, Shijima dan Rindu

Sushi Roll, Shijima dan Rindu

Berbicara sushi roll, maka pikiran saya akan berjalan mundur ke beberapa tahun yang lalu. Tahun-tahun di mana saya bekerja di salah satu gedung pencakar langit di bilangan Thamrin, Jakarta. Bekerja di daerah ini membuat saya hanya tinggal berjalan kaki untuk bisa sampai di salah satu mall bergengsinya Jakarta. Mall di mana saya sering menghabiskan waktu di salah satu restoran jepang .

Ya, restoran jepang menjadi begitu familiar bagi saya ketika sudah bekerja. Saat itu saya dikelilingi teman-teman yang hobinya makan makanan jepang. Awalnya ngikut-ngikut aja. Ah maklum saat itu saya adalah yang paling kecil di antara teman-teman satu rombongan. Gang senggol, begitu saya dan teman-teman menyebut rombongan makan siang ini.

Berbagai macam variasi sushi roll menjadi menu favorit saya jika sedang ke restoran jepang. Oh ya, janganlah bayangkan saya makan berbagai menu ikan mentah di restoran jepang ya. Sepanjang ingatan saya, cuma satu kali saya mencoba sashimi. Sampai saat ini statusnya masih sama, itu adalah yang pertama dan terakhir. Ya hingga saat ini lidah dan gigi ini masih belum sanggup untuk mengecap dan mengunyah berbagai makanan mentah negeri Sakura tersebut. Saya lebih senang yang mateng-mateng seperti sushi roll. Selain itu ada juga udon dan ramen yang menjadi favorit saya.

California Roll

Selain temen kantor, ada juga temen kosan zaman masih menimba ilmu di kota kembang yang menjadi teman setia saya untuk makan sushi roll bersama-sama. Namanya Dwita. Sejak mulai bekerja, minimal satu bulan sekali kami bertemu. Selalu di tempat yang sama. Dengan menu yang tidak jauh berbeda di setiap pertemuan kami. Ramen, udon dan berbagai macam variasi masakan jepang yang mateng. Setiap pertemuan kami enggak pernah kelewat yang namanya sushi roll. Sebutlah dragon roll,  salmon maki dan lain-lain. Kami makan berdua, ngobrol lama ngalor ngidul, dan kemudian ketika bayar tumpukan piringnya banyak bener. Minumnya segelas atau dua gelas ocha. Hey, now I missed that time. We talked about everything.

Well,  pilihan hidup telah membuat saya sangat susah untuk bertemu dengan teman-teman pecinta makanan-makan jepang ini. How I missed you all. Ya terkadang rindu itu datang. Saya rindu menghabiskan waktu berlama-lama untuk makan satu persatu potongan sushi itu.

Tiga bulan mendatang genap tujuh tahun saya merantau di pulau cantik yang terkenal dengan gili dan pantainya yang alami, Lombok. Ya, sudah hampir tujuh tahun saya tinggal di kota Mataram, mengikuti suami yang bekerja di sini. Dan hingga tulisan ini saya terbitkan, restoran yang biasa saya kunjungi di Jakarta masih juga belum buka cabang di kota Mataram. Dan ini semakin lengkap dengan pak suami dan anak-anak saya yang tidak terlalu suka dengan makanan jepang. Jadilah tidak pernah menjejakkan kaki di restoran Jepang di kota Mataram. Kalau pergi makan emak rempong selalu kalah suara euy.

Eh tapi, tiba-tiba saja kemarin, 30 Januari 2019, saya lagi kepengen banget makan makanan jepang. Dan teringat cerita seorang teman di Mataram tentang restoran jepang yang ada di kota Mataram. Nama restonya Shijima. Katanya enak. 11 12 sama resto favorit saya di Jakarta. Hm… baiklah mari kita coba. Berhubung emak gak mungkin bawa rombongan di rumah ke resto itu, jadilah kita delivery saja.

Berselancarlah emak rempong ini di akun instagram Shijima. Hm…penampakannya enak nih. Emak rempong langsung menghubungi nomor Whattsapp yang tercantum di halaman bio instagram Shijima. Alhamdulillah emak enggak kena PHP. Responnya cepat euy. Tidak lama setelah pesan terkirim sudah ada balasan.

Oh ya, saya ingin mengucapkan berterima kasih kepada admin WA-nya Shijima yang berkenan untuk mengirimkan saya foto-foto  buku menu di Shijima. Karena saya enggak bisa menemukan ini di akun instagram mereka. Sedangkan saat itu aplikasi kurir online yang bekerja sama langsung dengan Shijima entah kenapa error di hape saya. Setelah melihat-lihat berbagai macam menu, akhirnya saya memilih beberapa. Singkat cerita, akhirnya saya order melalui ojek online Mjek. Ordernya by WA saja. Betapa praktisnya mau makan ya. Hehe.

Shitake Maki dan Salmon Maki

Setelah order ke Mjek, sekali lagi saya mengirim WA ke Shijima. Saya memberitahukan pesanan saya, dan kemudian bertanya berapa kira-kira total uang yang harus saya siapkan. Ah sekali lagi resto satu ini berkenan untuk menjawab.  Saya jadi tahu berapa total uang yang harus saya siapkan. Berikut ongkos kirim yang sudah diinformasikan oleh admin Mjek.

Taraaa pesanan datang. Uwiiiih pengemasannya rapi beneeer. Seneng deh lihatnya. Semakin semangat untuk nge-sushi roll. Dan menyantap sushi ini membuat saya terlempar kembali ke masa menghabiskan waktu di restoran jepang bersama teman-teman di Jakarta.

Lalu bagaimana dengan rasa? Hm… rasa sushi roll di Shijima ini cocok dengan indra pengecap saya. Enak. Saya suka. Dan sepertinya ini bukanlah orderan saya yang terakhir. Saya mah gitu orangnya, kalau orderan pertama enggak cocok di lidah, maka biasanya tidak akan ada orderan berikutnya. Alias yang pertama menjadi yang terakhir. Tapi sepertinya ini tidak berlaku untuk Shijima. Besok-besok pengen coba juga menu-menu yang lainnya.  Pengen juga coba dine in di sana walau masih mikir makan sama siapa yak di sana. #Berdoa pak suami saya mau diajak dine in di Shijima. Hehe.

California Roll

****

Shijima Japanese Comfort Food

Ruko Grand Smart

Jl. AA Gede Ngurah, Abian Tubuh, Mataram, NTB

Telp: 0370 – 7841861

WA: 0819 07381655

IG: shijima_lombok

*****

Mataram, 2 Februari 2019

SuKa dengan artikel ini? Yuk, bagikan!

Viedyana

Emak dari tiga bocah kecil, domisili di Mataram, Lombok. Suka jalan-jalan, icip-icip makanan, dan menulis. Ada yang ingin ditanyakan atau bekerjasama untuk review usaha, produk dan lain-lain silahkan kontak vidya.nafsil@gmail.com

6 thoughts on “Sushi Roll, Shijima dan Rindu

  1. Jangan bingung gitu lha…coba ajak saya dan duo anak perempuan inih. Mereka pada doyan lho. Kalo papanya sih nggak wkwkwk.

    Tapi kitanya belum pernah cobain Shijima sih. Pernahnya di d’sushi (sekarang udah tutup) sama PecoPeco Sushi.

  2. Aku kurang doyan makan sushi 🙂 hehehe. kalaupun ke restonya pasti minta yg matang. Ga suka yg mentah. Kayaknya ga bisa ketelen tuh makanan Jepangnya wkwkwkwkkw. Anak2ku dan papahku suka bangeeets, aku dan suami pilih2 isinya apa dulu. Keliatannya enak nih dari foto2nya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *