Hanya di Kepik Sawah Warung! Tempat Melepas Rindu Menyantap Masakan Khas Tradisional Jawa

Hanya di Kepik Sawah Warung! Tempat Melepas Rindu Menyantap Masakan Khas Tradisional Jawa

Bismillah.

Assalamualaikum. Menyantap makanan dengan pemandangan sawah saat ini bagaikan jamur di kala musim hujan. Banyak sekali restoran ataupun kafe yang menawarkan konsep ini. Entah itu di tepi sawah, ataupun di tengah sawah. 

Salah satu kota yang mengikuti tren  ini adalah Yogya. Kota yang konon katanya selalu membuat pendatangnya rindu untuk kembali ini juga banyak sekali menawarkan pilihan untuk makan di tengah ataupun tepi sawah.

Salah satunya adalah rumah makan yang saya datangi saat makan siang beberapa minggu yang lalu. Rumah makan ini hasil selancar pak suami saya di dunia maya. Penasaran bukan apa nama rumah makan yang terletak di daerah Sleman ini?

Sepi yang Ternyata Tidak Sepi.

(13/02/2020) Kepik Sawah Warung. Inilah nama rumah makan yang kami datangi. Parkirannya luas. Bangunannya khas jawa sekali dengan bentuk atap seperti rumah joglo. Ketika tiba di depan rumah makan, saya dan pak suami agak sedikit ragu jadi atau tidak turun dari mobil. Bukan tanpa alasan, maaf, Kepik Sawah Warung terlihat seperti kurang peminat. Namun akhirnya pak suami mengarahkan kemudi mobil masuk ke dalam area parkir Kepik Sawah Warung. Mau tidak mau kami sekeluarga turun.

Sepi. Ini kesan pertama saya ketika pertama kali melangkahkan kaki masuk ke dalam rumah makan. Bagaimana tidak, di area parkir hanya mobil kami yang parkir. Dan masuk ke dalam semakin lengkap tidak ada tamu yang duduk makan. Hati menjadi semakin ragu untuk makan. Namun sudah terlanjur basah. Tidak mungkin untuk mundur. 

Tidak lama kemudian, hati ini menjadi sedikit merasa bersalah karena telah menghakimi dengan hanya melihat apa yang ada di depan mata saja. Yang mencari tahu tentang rumah makan ini hanya pak suami. Sedangkan saya? Hm…berganti baju yang rapi, naik mobil, menikmati jalanan kota Yogya, ketika tiba di tempat tujan turun mobil, dan tadaaa mari kita melangkah masuk. Sesederhana itu yang saya lakukan. 

Baiklah, beberapa saat kemudian, ketika tangan ini mulai lincah menyandukkan nasi ke piring, mengambil lauk, sayur mayur dan juga sambal, terlihat satu mobil parkir di sebelah mobil kami. Satu rombongan yang terdiri dari lima orang, kalau tidak salah, mengambil tempat duduk seperti kami, di area semi outdoor. Hujan masih setia menyirami tanah Yogya. 

Satu kali tertampar sepertinya tidak cukup. Beberapa menit kemudian datang lagi dua rombongan. Satu mobil biasa dan satu lagi mobil yang biasa digunakan untuk travel. Isi penumpangnya tentunya lebih banyak. Dan terbukti, jumlah penumpang yang turun dari mobil tersebut lebih banyak. Untuk kedua kalinya saya merasa ditampar oleh opini saya sendiri. 

Ya teman-teman, saya terlalu dini memberikan opini. Walau kedatangan saya bukanlah di akhir pekan,  ternyata  rumah makan Kepik Sawah Warung ini peminatnya buanyak. Saya yang sepertinya kurang jauh bergaul. Aaahhh, harap maklum saja lah ya. Saya mah emak-emak rempong di rumah. #ngeles.

Dan sepertinya takdir benar-benar ingin menyadarkan saya. Entah kenapa ketika membayar tagihan makan di meja kasir, bibir ini dengan santainya berkata kepada staff kasir Kepik Sawah Warung bahwa saya sangat suka dengan salah satu masakan mereka. Enak. Tidak hanya sampai di sana. Sekonyong-konyongnya bibir ini juga berucap saya tertarik untuk mengulas makanan tersebut di blog komersial saya. Senyum bahagia terpancar dalam hitungan detik di wajah kasir Warung Kepik Sawah tersebut.

“Ada IG-nya gak, Mas? Nanti saya share link-nya lewat IG saja kalau sudah terbit di blog.”

Mas kasir dengan cepat menjawab pertanyaan saya. Tangan kiri yang sedang memegang hape langsung menuju aplikasi instagram dan mencari nama akun IG yang disebutkan. Taaadaaaa, followersnya mencapai empat ribuan saudara-saudara. Kalau sudah begini, fix ya saya salah banget deh. Huhuhu. 

Bagaimana Suasana di Dalam Kepik Sawah Warung?

Di dalam rumah joglo semi outdoor ini, terdapat cukup banyak set meja kursi yang ke semuanya bernuansa furnitur zaman dahulu. Sedikit nostalgia melihat model set meja kursi seperti di rumah nenek saya di Sianok, Kabupaten Agam, Sumatra Barat. 

Selain model meja dan kursi yang tradisional, di ruangan semi outdoor Kepik Sawah Warung ini  juga terlihat berbagai barang antik yang menjadi penghias ruangan. Waktu terasa berjalan mundur. Mengagumi keunikan masa lalu. 

Masuk sedikit lebih ke dalam, ternyata di bagian belakang terdapat area outdoor. Namun sayang, ketika saya dan keluarga berkunjung ke Kepik Sawah Warung awan hitam menutupi langit Yogyakarta. Lenyap sudah keinginan ingin mencoba duduk di bagian outdoor Kepik Sawah Warung yang dikelilingi tanaman hijau dan juga pemandangan ke petak-petak sawah. 

Kami memutuskan untuk duduk di set meja kursi di dalam rumah joglo namun di bagian pojokan belakang di mana sawah yang terdapat di bagian belakang Kepik Sawah Warung masih tetap terlihat dengan jelas. 

Ya, Kepik Sawah Warung ini mengusung  konsep semi outdoor dan full outdoor. Satu lagi yang membuat mata ini nyaman memandangi desain interior Kepik Sawah Warung yaitu penataan tanaman gantungnya. Cantik.

Menu Makanan yang Tidak Biasa

Tidak lama setelah mengambil posisi duduk, salah satu karyawan Kepik Sawah Warung mendatangi meja kami dengan membawa buku menu. Bagian depan buku menu menarik. Ah yuk mari kita buka lembaran itu. 

Menu utama yang ditawarkan sebagai teman mengunyah nasi sangat bervariasi. Mulai dari aneka olahan ikan, daging sapi, ayam bahkan bebek tersedia di sini. Bagi yang suka wader dan belut, tidak usah khawatir. Kepik Sawah Warung juga menyediakan menu yang satu ini. Selain itu tentunya juga tersedia aneka sayur mayur dan juga aneka sambel. Makan kurang nikmat tanpa sambel bukan? Kalau bagi saya bagaikan masakan tanpa garam. Hambar. 

Oh ya, menu masakan di Kepik Sawah Warung ini didominasi oleh masakan-masakan tradisonal Indonesia. Salah satunya yaitu Garang Asem. Yang suka dengan garang asem, maka tidak salah tempat jika datang ke sini karena garang asem masuk dalam sajian spesialnya Kepik Sawah Warung.  

Menurut saya, garang Asemnya enak sekali. Rasa gurih ayam kampung yang dipadu dengan takaran bumbu yang pas benar-benar memanjakan lidah. Penyajiannya juga menarik. Ayam masih dibungkus dengan daun pisang, dan diletakkan di keranjang kayu kecil. Aroma wangi langsung menyeruak ke rongga hidung begitu lidi kecil penyemat daun dibuka. Gak sabar deh ingin icip-icip. 

Beralih ke menu kedua yang menjadi favorit saya juga di Kepik Sawah Warung, yaitu belut balado. Belut balado ini juga termasuk yang direkomendasikan oleh Kepih Sawah Warung kepada pelanggan mereka. Oleh karena saya dan keluarga penyuka belut, kami pun memasukkan belut dalam daftar menu pesanan kami. Hohoho, ternyata belut baladonya memang mantap banget di lidah. Salah satu menu Must try kalau kalian mampir ke rumah makan ini. 

Kalau anak-anak saya sih favoritnya ikan gurame bakar madu dan terong krispi. 

Eh tapi, mendoan, wader krispi dan tumis togenya juga mantap lho di lidah. Aaaahhh, ini judulnya semua-semua enak ya di Kepik Sawah Warung. Hihihi

Tapi beneran lho, gak menyesal deh datang ke sini. Saya malah ingin lagi. Ingin coba duduk di halaman belakangnya yang outdoor itu. Bagaimana dengan kamu????

KEPIK SAWAH Warung

Jl. Godean KM 9, Senuko, Sidoagung, Godean, 

Sleman – DIY

Telp: 085729828282

IG: @kepiksawah

SuKa dengan artikel ini? Yuk, bagikan!

Viedyana

Emak dari tiga bocah kecil, domisili di Mataram, Lombok. Suka jalan-jalan, icip-icip makanan, dan menulis. Ada yang ingin ditanyakan atau bekerjasama untuk review usaha, produk dan lain-lain silahkan kontak vidya.nafsil@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *