Nyasar ke Pantai Putri Nyale

Assalamualaikum,

Back to Lombok, duo bujang kecil saya sepertinya kangen dengan pantai. Sejak pulang touring di akhir bulan November 2017 kemarin hampir setiap minggu ajak bapak mereka-Pak suami saya, red, untuk jalan-jalan ke pantai. Nanti, nanti dan nanti. Sing sabar.

Sebulan tidak beredar di Lombok, lihat hasil kunjungan teman-teman ke Pantai Kuta Lombok di media sosial, uwiiiiiiih bikin mupeng. Merajuk dimulai. Saya mau juga ke sana. Emak sama anak mulai 11 12, ayoooo kita ke pantai. #Ups, kayaknya yang satu ini enggak banget untuk ditiru ya.


(16/12/17) Pagi menjelang siang di bulan Desember 2017, saya dan keluarga berangkat menuju Pantai Kuta di Lombok Tengah. Matahari mulai terik. Dan sepertinya akan bersinar pol hari itu.

Jreng…jreeeeng tibalah saya dan keluarga di spot yang sering jadi backgroundnya orang-orang kalo selfie kekinian di media sosial. Satu tempat di pantai kuta yang ada deretan huruf balok besar bertuliskan Kuta Mandalika.

Hm…ternyata Pantai Kuta ini masih sibuk berbenah. Pekerja bangunan ada di mana-mana. Matahari yang bersinar dengan terangnya, huft bikin males buat keluar mobil. Enggak jadi stop by di Pantai Kuta. Lanjuuuuut!

Pantai selanjutnya yang hendak dituju adalah pantai Seger. Masih di deretan south coastline nya pulau Lombok. Pantai ini berada di kawasan sekitar hotel Novotel Lombok.

Tampaknya saya udah lama banget deh gak menjelajah ke daerah pantai selatan ini, setelah melewati bunderan ke arah hotel novotel, mobil terus dipacu mengikuti petunjuk jalan ke arah Pantai Tanjung Aan dan Pantai Seger. Baru saya tau, sekarang petunjuk jalannya dalam tiga bahasa, bahasa Indonesia, bahasa Inggris dan Bahasa Arab. Ihiiiiiy kemajuan. Yuk mari belok kanan sesuai petunjuk jalan. Pantai Seger, I’m coming.

Sebuah tulisan putih besar di punggung bukit terlihat dari jauh.

WELCOME TO SEGER BEACH

Mendekati kaki bukit ada sebuah portal. Kita sebut bukit kesatu saja ya. Membayar tiket masuk di sana. Setelah melewati bukit kesatu, ketemu lagi dengan bukit lainnya. Nah yang ini kita sebut bukit kedua. Gak tau nama bukitnya euy. Dan kalo parkir di bawah kaki bukit tersebut, kemudian turun jalan kaki ke bawah melewati jembatan, maka akan tiba di kawasan hotel Novotel Lombok.  Sepengetahuan saya Pantai Seger memang satu kawasan dengan hotel Novotel.

Bukit Kesatu dari Pantai Putri Nyale. Dibalik bukit ini ada tulisan WELCOME TO SEGER BEACH
Bukit kedua dari teluk kecil antara bukit kedua dan bukit ketiga

Namun matahari bersinar semakin terik, raaanya kaki ini berat sekali hendak melintasi jembatan itu. Tidak bisa lewat mobil, harus jalan kaki. Tentu saja tidak ada pepohonan di deket jembatan, wong di atas laut, menghubungkan dua sisi teluk.

Eh tapi ya, tadi bapak penjaga portal bilang kalo pantai Seger ada di balik bukit yang pertama kami lewati, di balik bukit tempat beliau jaga. Entah saya dan suami yang salah memahami, entah memang informasi yang diberikan salah. Hehe

Akhirnya mobil belok kiri, melewati jalan antara dua bukit—bukit satu dan bukit dua, menanjak sedikit kemudian jalan menurun. Yup, pantai dengan debur ombak yang besar di depan mata. Ada beberapa warung di sini.


Sepi. Masih sepi lebih tepatnya. Mobil selesai parkir, saya dan keluarga turun dari mobil. Kemudian duduk sejenak di kursi-kursi kayu seadanya yang berderet di depan warung. Jreng..jreng..diserbu sama yang jualan baju.

“Enggak Pak, kita dari Mataram aja kok.”

Dan mereka pun berlalu. Cukup ampuh. Hehehe.

Bukit yang ada di sebelah kiri pantai Putri Nyale

Melihat pantai, kaki duo bujang kecil saya gatel pengen maen air. Ah tentu saja enggak diizinin. Ombaknya gede ciiint. Ganaaaas. Di sebelah kanan pantai ini lagi-lagi ada bukit. Kita namakan saja bukit yang ketiga ya. #Lagi-lagi maksa. Satu sisi bukit ke arah lautan nan luas, sisi lainnya nyambung ke kaki bukit kedua yang kami temui siang itu.

Duo bujang kecil menikmati deburan ombak Pantai Putri Nyale dari punggung bukit ketiga

Daaan saya merasa tidak yakin dengan ucapan si bapak penjaga portal bahwa ini adalah pantai Seger. Cukup jauh dari hotel Novotel. Pak Suami pun iseng ngecek google maps. Yayaya benar saja bukan nama pantai Seger yang tertera, akan tetapi Putri Nyale Beach. Tuuuuuuh yaaaa! Wakaka. Tujuan kemana, sampenya kemana. Hihihi. Berhubung siang itu panas banget, duh malesnya melipir sana sini. Pantai Seger cancelled. Judulnya yang penting tetep mantai ya manteman. Hahaha.

Tentu saja duo bujang kecil saya protes kepada bapaknya ketika tidak diizinkan maen air di tepi laut. Bukannya apa-apa, ngeri je. Ombaknya cucok banget buat yang surfing. Daaan siang itu saya lihat ada yang surfing dong. Berulang kali mengejar dan menerjang ombak.  Hohoho…

Akhirnya kami turun ke bawah kaki bukit ketiga yang tersambung dengan bukit yang kedua. Seperti teluk kecil, airnya jernih, namun riak air lautnya tidak kuat dan tidak besar. Bukit ketiga di tepi pantai Putri Nyale ini benar-benar bisa menjadi pelindung yang kokoh dari ganasnya ombak pantai selatan.

Teluk kecil antara bukit kedua dan bukit ketiga
Pantai di kaki bukit ketiga
Bukit ketiga di tepi Pantai Putri Nyale
Pantai Seger ada di balik bukit yang tampak seperti segitiga

Pasir yang ada di teluk kecil ini mirip dengan pasir di pantai Tanjung Aan, besar-besar seperti merica. Di banyak karang-karang yang bertebaran di bibir pantai, saya bisa lihat warna pink menempel cantik di karang-karang tersebut. Samar-samar juga terlihat warna pink di pasir pantai ketika ombak yang menghempas bibir pantai kembali surut ke laut. Kalo kata pak suami, ini semi-nya pantai Pink. Hahaha..#Eh yang terakhir ini seh bisa-bisanya pak suami saya aja kasih julukan baru. Hehehe…

Duo bujang kecil saya akhirnya diizinin juga untuk maen air di tepi pantai. Bahagia tiada tara. Daaaan anak gadis kecil enggak mau ketinggalan. Ikutan juga menyambut riak-riak air laut yang menyapa pantai. Tak tampak wajah takut pada dirinya. Pake acara duduk beralaskan pasir segala. Tak peduli air mengelilinginya. Huft! #Duuuuuh, Dek, emakmu ini memang penyuka pantai, tapi lebih tepatnya penyuka duduk-duduk leyeh di tepi pantai tanpa harus basah-basahan. Stay dry. Hoping I am not the only person like this. Anyone does the same like I do? Well, Kalo gini ceritanya, emak kudu ikut basah-basahan dong. Dududududu.

Yuk mari kita mantai sejenak!

Salam

Vidy

Share This. ++Terima kasih telah membaca. Semoga bermanfaat dan menginspirasi++

4 thoughts on “Nyasar ke Pantai Putri Nyale

  1. Bahagianya anak dan emak Akhirnya bisa main ke pantai. Walau panas tetap dijabani. Tapimasa iya pantai putri Nyale secantik ini tidak dijamah? Untung dedeknya mau duduk-duduk sebentar yang yang penting ceritanya kena air laut 🙂

    1. Demi anak ya mbak, apa-apa dijabanin hehe..Di Lombok pantainya cantik semua, jadi kalo nyasar juga gak bete-bete amat, apapunlah nama pantai itu hehehe…sebenernya duo bujang protes seh mbak kok maen airnya sebentar banget. Dibujuk-bujuk supaya mau beranjak qiqiqi..#panasnya gak nahaaaaan. waktunya makan siang heheh

    1. Iya Mbak, pantai ini lebih terkenal di kalangan peselancar. Kalo yang demennya cuma jalan-jalan menikmati pantai biasanya pada ke Pantai Kuta atau Tanjung Aan. Bener..bener..yang penting tujuan mantai tercapai, whatever deh nama pantainya. Yuuuk mbak jalan-jalan ke Lombok…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *