Bonus Meet up yang Tertunda, Makan Mie Hotplate Enak dan Murah. Eh, Dimana?

Bonus Meet up yang Tertunda, Makan Mie Hotplate Enak dan Murah. Eh, Dimana?

Bismillah.
Assalamualaikum.
(18/01/19) Judulnya seh tinggal satu kota. Eh tapi buat meet up sambil icip-icip makanan lezat kok yo susah sekali untuk direalisasikan. Rencana meet up tuh udah diwacanakan kira-kira sejak bulan Agustus 2018, ketika gempa bertubi-tubi menggetarkan tanah Lombok.

Setelah puluhan purnama, dan bahkan tahun pun berganti, finally we made it, we met up di awal tahun 2019 ini. Ya akhirnya saya bisa meet up sesama emak yang dulu suka bareng nganterin anak sekolah TK (1 and half years ago), yang kini jadi tempat saya berguru dunia per-blogging-an (maklum, saya newbie, doi senior), dan juga jadi tempat berbagi banyak hal. I feel so young every time I share a thing with you. Hahaha..

Meet up Sama Siapa?

Baiklah, sahabat saya satu ini biasa dipanggil mbak Andy. Para blogger tentunya tahu dong mbak Andy mana yang saya maksud. Betuuuul, dia adalah the owner-nya andyhardiyanti.com. Kata blogger kecenya Lombok ini, orang yang udah kenal dari dulu dan deket biasanya pada manggil Tutut, sebuah nama panggilan sedari kecil di lingkungan keluarganya. Dan kini karena anak kami pernah belajar di sekolah yang sama, panggilan mbak satu ini pun bertambah jadi Mama Rani. Rani adalah gadis kecil manis nan ceriwis anak pertama mbak Tutut. Biasakan kalo emak-emak saling kenal di sekolah, panggilannya tinggal ditambah nama anaknya aja. Depannya ya suka-suka. Mama, ibu, bunda, mami dan lain-lain. Silahkan tambahkan sendiri.

Oh ya kami tidak hanya berdua, kak Diyah-kakak mbak Tutut, juga ikut bergabung. Plus Tita, si bayik lucu dan tiga bocah kecil saya.

Meet up Di Mana?

Saya dan mbak Tutut janjian untuk bertemu setelah ba’da Ashar di Warung Swasembada 39. You can call it WS39.  Kenapa ba’da ashar? Berhubung hari bertemu kami adalah hari Jumat, kalau meet up pas jam maksi nanti menunggu makanan bisa jadi lebih lama dari hari biasa. Harap maklum warung tempat kami berchit chat ria selalu tutup right after adzan berkumandang. Semua tim Warung Swasembada 39 melipir dulu ke mesjid, menunaikan kewajiban. Sholat first! Tau dong kalau hari Jumat, biasanya agak lama di mesjidnya.

Di mana tuh Warung Swasembada 39?

Warung ini terletak di jalan Swasembada ,di kelurahan Kekalik Jaya, Mataram. Dekat dari kawasan kampus Universitas Mataram (Unram). Yang di sekitaran Unram monggo merapat. Must try inih!

Sebelum berganti nama yang sekarang, warung ini lebih dulu dikenal dengan sebutan warung Lomie Swasembada. Sayang, menu lomie yang sangat hits di Bandung ternyata kurang diminati di Mataram. Inilah salah satu alasan warung ini berganti nama. Semoga enggak ada lagi yang protes namanya warung lomie, tapi pas pesen menu lomie eee yang dimau malah enggak ada. Semoga tidak ada lagi yang kecewa.

Makan Apa di Warung Swasembada 39?

Menu hits Warung Swasembada 39 ini yaitu paket nasi ayam kremes dan ayam penyet. Selain harganya yang sangat bersahabat di kantong, rasanya pun sangat melekat di lidah. Sambel ijonya yang puedes itu bikin nagih. Serius!

Tapi, pada kesempatan kali ini kami bertiga memesan menu baru Warung Swasembada 39. Judulnya mie hotplate. Mbak Tutut dan kak Diyah memesan mie hotplate seafood rica-rica. Sedangkan saya memesan mie hotplate ayam rica-rica. Mau tahu berapa harganya? 15K saja. Murah bangetlah ya untuk ukuran makanan yang disajikan dengan hotplate.

Ketika pesanan saya disajikan, duh melihat asap mengepul, dan saus yang mendidih di sekitaran mie membuat lidah ini rasanya enggak sabar pengen icip-icip. Penampakan si mie hotplate ini sungguh menggiurkan.

Dan rasa tidak mengkhianati penampakan. Satu kata: lezzato. Walau harganya murah meriah, namun tidak mengurangi tingkat kelezatannya. Ya, mie hotplate ayam rica-rica ini enak. Porsinya pas. Tingkat kematangan mienya juga pas, enggak keras, enggak lembek. Rasa sausnya mantep. Makan enak harga murah. Siapa yang mau??? Semua juga mau kayaknya. Hihi.

Udah tahukan kalau judulnya makan mie hotplate pastinya panas dong. Jadi mau gak mau nyicipin mienya harus sabar dikit. Enggak bisa grasa-grusu ketika disajikan langsung lahap. Makanan yang panas tidak baik ditiup. Cukup dikipas-kipas atau mungkin diaduk-aduk sebentar supaya cepat dingin. Ini salah satu adab ketika makan sesuai anjuran nabi kita, Muhammad SAW. Tentunya sebelum makan jangan lupa juga baca bismillah. Diingat ya, guys!

Pilihan minuman di Warung Swasembada 39 ini bervariasi. Ada teh, kopi, jus, milkshake hingga coklat. Kali ini saya dan mbak Tutut memesan coklat hazelnut. Coklatnya berasa. Manisnya pas di lidah. Mantep rasanya, mantep harganya. 8K saja.

Well, waktu terasa cepat berlalu. Hari semakin sore mendekati waktu sholat magrib. Satu porsi mie hotplate sudah habis tak bersisa, pun begitu dengan segelas coklat hazelnut. Hanya obrolan kami yang enggak selesai-selesai. Makin lama topiknya makin seru aja dong. Hehe.

Nah, bagaimana dengan cerita meet up teman-teman? Biasanya pada meet up di mana?

———-

Warung Swasembada 39 (WS39)

(ex-Lomie Swasembada)

Jl. Swasembada no 39B

Kekalik, Mataram, NTB

No HP/ WA: 0877-7152-3434

Buka: Senin – Sabtu. (Minggu tutup)

***

Mataram, 20 Januari 2019

SuKa dengan artikel ini? Yuk, bagikan!

Viedyana

Emak dari tiga bocah kecil, domisili di Mataram, Lombok. Suka jalan-jalan, icip-icip makanan, dan menulis. Ada yang ingin ditanyakan atau bekerjasama untuk review usaha, produk dan lain-lain silahkan kontak vidya.nafsil@gmail.com

4 thoughts on “Bonus Meet up yang Tertunda, Makan Mie Hotplate Enak dan Murah. Eh, Dimana?

  1. Duh, enak bener makan mie hot plate. Murce pisan lah cuma 15K hihihi bisa nambah akuh. Minumannya cuma 8K tapi enak juga. Gawat nih jadi betah deh. Meet up happy2 day ya mbak. Tinggal di Mataram ya?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *