The Jayakarta Lombok Beach Resort & Spa, Pilihan Menginap Ramah Anak, Ramah Kantong

The Jayakarta Lombok Beach Resort & Spa, Pilihan Menginap Ramah Anak, Ramah Kantong

Bismillah.

Assalamualaikum. (31/10/19) Akhirnya memiliki juga kesempatan untuk memuaskan dahaga tiga bocah saya yang sudah berkali-kali ingin berlibur. 

Hotel pilihan keluarga kami dalam liburan tipis-tipis kali ini adalah hotel The Jayakarta Lombok Beach Resort & Spa, yang letaknya tidak terlalu jauh dari rumah namun dapat memenuhi keinginan tiga bocah saya. 

Dulu, sekitar tujuh tahun yang lalu, saya sudah pernah sih menginap di hotel ini. Namun waktu itu anak saya baru satu dan masih kecil pula. Setelahnya tidak pernah menginap lagi. Terkadang hanya mampir  untuk berenang saja, namun tidak untuk menginap.

Mengingat anak saya sekarang ada tiga, dan jika ditotal biaya yang keluar antara berenang saja dengan menginap hanya beda-beda tipis, jadi saya dan pak suami memutuskan untuk menginap saja. Pastinya pada mengerti dong ya dengan hitung-hitungan cermat a.k.a perhitungan ala emak rempong macam saya ini. Ada faktor lain juga sih yang mendorong saya dan pak suami memutuskan untuk menginap. Apalagi jika bukan harga kamar hotel yang sedang terjun. Harga yang ditawarkan bersahabat dengan kami. Masuk dalam daftar pertimbangan untuk dipilih.

Mari kita liburan. Setuju??? Hahaha.

Mengapa Memilih  The Jayakarta Lombok Beach Resort & Spa Sebagai Tempat Liburan Keluarga?

Jika judulnya liburan untuk keluarga dengan anak yang usianya di bawah sepuluh tahun, The Jayakarta Lombok Beach Resort & Spa adalah pilihan yang tepat. Salah satu alasannya adalah hotel ini memiliki fasilitas yang lengkap untuk anak-anak bermain. Mulai dari halaman hotel yang luas, hijau dan asri. Anak-anak akan sangat puas untuk bermain dan berlari di halaman hotel. Berbagai macam bunga dan pohon kelapa mendominasi di area taman. Selain itu juga ada Ada kolam ikan. 

Fasilitas lainnya yang menunjang kebahagiaan anak untuk bermain di kawasan hotel ini adalah tersedianya kolam renang, kegiatan melukis dan mewarnai, sepakbola meja, hingga penyewaan sepeda. 


Di taman belakang hotel yang berbatasan langsung dengan pantai tersedia playground untuk anak-anak bermai . Permainan di playground ini cukup lengkap. Ada ayunan, jungkat-jungkit, rumah-rumahan, perosotan, panjatan besi anak yang berbentuk setengah lingkaran dan juga panjatan berbentuk kubus.

Karena judul hotelnya saja sudah beach resort, maka bisa dipastikan dong bahwa hotel ini langsung berujung ke tepi pantai. Pasir pantai di hotel ini hitam, dan pantainya sendiri menurut saya tidak friendly pengunjung untuk berenang karena agak curam. 

Namun bukan berarti pantai ini bisa dilewatkan begitu saja ya ketika menginap di hotel ini. Pihak hotel menyediakan sebuah ayunan dari kayu di area pantai. Untuk apa? Ah ya tentu saja untuk menikmati semilir angin pantai dan juga ombak yang berkejar-kejaran untuk mencapai bibir pantai dan kemudian surut lagi ke tengah lautan. 

Menurut saya nih, tempat terbaik untuk menghabiskan waktu di area pantai adalah di pagi dan sore hari. Penikmat sunset merapaaaaat!

Kolam Renang The Jayakarta Lombok Beach Resort & Spa itu…

Selain variasi permainan anak yang lengkap, kolam renang di hotel ini adalah yang paling didamba oleh anak-anak saya. Tentunya ada alasan untuk semua ini. Yuk lanjut baca!

Tidak lama setelah tiba di hotel, saya sih inginnya leyeh-leyeh dulu di kamar. Datangnya agak nanggung sedikit. Sudah lewat waktu zuhur, tapi belum asar. Jadi sinar mataharinya masih sedikit terasa di kulit. Berdiam diri di dalam kamar dengan AC dalam posisi hidup terasa lebih nyaman bagi saya.

Namun tidak dengan ketiga bocah saya. Tidak peduli dengan sinar matahari itu, mereka bersikukuh ingin langsung ke kolam renang. Setelah “lobi-lobi” panjang antara saya, pak suami dan tiga bocah, emak akhirnya “mengalah” ikut melipir ke kolam renang. Huhuhu..ku mencari tempat yang teduh. Hahaha

Tentunya penasaran bukan bagaimana sih kolam renang di The Jayakarta Lombok Beach Resort & Spa ini?

Ada tiga kolam di hotel ini dengan variasinya masing-masing. 

Yang pertama adalah kolam standar seperti yang  selalu tersedia di hotel pada umumnya. Kedalaman  dimulai dari 0,8 meter atau 1 meter di satu ujung kolam dan diujung lainnya kedalaman mencapai 1,8 meter. Pastikan kamu bisa berenang atau minimal menggunakan pelampung di kedalaman 1,8 meter jika tidak bisa berenang.

Untuk mengajak anak-anak yang belum bisa berenang di kolam ini harus extra hati-hati ya. Pastikan pelampung dipasang dalam posisi yang benar. Dan juga anak-anak tidak boleh lepas dari pengawasan orang tua.

Kolam kedua yaitu yang kedalamannya kira-kira setengah betis orang dewasa. Di kolam ini para orang tua bisa sedikit lebih santai lah ya mengawasi anak-anak berenang a.k.a main air. 

Kolam ini sedikit berbeda dari biasanya karena kolam ini menyambung dengan kolam yang dasarnya pasir. Pasirnya putih dan besar-besar, seperti pasir merica di pantai Tanjung Aan. Jangan khawatir, kolam dengan dasar pasir ini airnya tidak asin kok. 

Dan yang ketiga adalah kolam yang kedalamannya hanya setinggi mata kaki orang dewasa. Menurut saya sih kolam ini lebih cocok untuk bayi yang umurnya antara satu hingga 2,5 tahun.mereka bisa duduk di kolam tanpa harus takut untuk tenggelam. Si bayi tidak takut, apalagi emak. Don’t worry, be happy. Hahaha.

Kamar Kami ….

Satu yang penting saat ini jika berlibur ke Lombok setelah tragedi gempa bertubi-tubi di tahun …, yaitu bagaimana ketahanan dan kondisi bangunan. Bagaimana keadaan kamar yang akan ditempati?

Setelah check in, saya dan keluarga diantar menuju kamar. Nuansa Lombok langsung terlihat dari dua kain tenun khas Lombok yang bertengger manis di salah satu dinding kamar hotel. Selain itu juga ada kerajinan tangan khas Lombok dari gerabah dengan ukiran khasnya di atas meja kecil dekat jendela. 



Saya tidak lupa colek pak suami untuk memeriksa semua sisi kamar, termasuk bagian atas. Kenapa begitu?

Pengalaman merasakan gempa bertubi-tubi memiliki trauma tersendiri bagi saya. Bukan hanya getaran, tapi juga bangunan. Detak jantung ini bisa tiba-tiba berpacu cepat karenanya. 

Mengenyam bangku kuliah dengan jurusan adalah teknik sipil, pak suami sedikit banyak mengerti tentang kekokohan suatu bangunan. Apakah ini layak atau tidak. Dan saya sudah bersiap untuk minta pindah kamar seandainya pak suami berkata tidak layak. #lebay yak. 

Eh tapi setelah memeriksa keadaan sekeliling kamar, alhamdulillah pak suami berkata bahwa kamar yang kami tempati ini layak untuk dihuni. Yippie, emak rempong gak jadi angkat koper. 

Beralih ke cek n ricek kedua saya ketika pertama masuk hotel adalah kamar mandi. Ini penting banget menurut saya untuk disilau ketika menginjakkan kaki pertama kali di kamar hotel. Pernah lho kejadian, sebelum menikah dulu, ketika mengadakan meeting di hotel dan menginap, saya minta pindah kamar oleh karena kamar mandi yang bermasalah. Heeeee. 

Overall, hasil evaluasi pandangaan pertama saya masuk ke dalam kamar adalah kamarnya masih oke. 

The Breakfast

Sarapan pagi di The Jayakarta Lombok Beach Resort & Spa juga merupakan salah satu sesi yang sangat menyenangkan bagi ketiga anak saya selain berenang tentunya. 

Kenapa begitu?

Sarapan pagi di hotel ini menurut saya lengkap. Tamu bebas untuk memilih sarapan ala indonesia, atau sarapan ala bule.

Jika berbicara sarapan ala indonesia di hotel pada umumnya, maka deretan panci di meja prasmanan tidak akan lepas dari yang namanya nasi putih, nasi goreng, tumis sayur, dan lauk pauk olahan ayam, daging atau pun ikan. Untuk yang satu ini tidak usah khawatir, hotel The Jayakarta Lombok Beach Resort & Spa menyediakannya.

Variasi lain dari sarapan ala indonesia biasanya lebih kepada sarapan ala tradisonal seperti lontong kari, bubur ayam, lontong sayur, kacang hijau, gudeg, soto ayam, soto daging, dan lain-lain.  Di The Jayakarta Lombok Beach Resort and Spa pilihan untuk sarapan yang lebih tradisional ini juga tersedia. Ya, pagi itu saya mencicipi sedikit-sedikit yang namanya bubur ayam dan lontong sayur.  

Oh ya untuk menu ala indonesia ini, The Jayakarta Lombok Beach Resort & Spa ini juga menyuguhkan aneka penganan tradisional lho seperti lupis, klepon, dan beberapa macam lainnya. 

Sedangkan untuk menu pilihan ala ala bule gitu sudah pasti lah ya ada aneka roti, pizza, sosis. Tidak ketinggalan susu dan juga coco crunch. Hm…untuk yang terakhir saya sebut ini adalah menu favorit para bocah saya jika kami menginap di hotel. Hehe.


Lengkap bukan sarapan pagi di the Jayakarta Lombok Beach Resort & Spa. Yang membuat sarapan pagi di sini lebih asyik lagi adalah restonya yang berkonsep terbuka 

Jadi, bagaimana dengan kamu setelah membaca pengalaman saya ini? Apakah akan memilih The Jayakarta Lombok Beach Resort & Spa sebagai akomodasi kamu selama liburan di pulau Lombok? 

Ssstttt, yang sudah pernah menginap di sini tetap boleh kok berbagi sepatah dua patah kata di kolom komentar. 

Have a nice holiday!

Bantul, 28 Januari 2020

SuKa dengan artikel ini? Yuk, bagikan!

Viedyana

Emak dari tiga bocah kecil, domisili di Mataram, Lombok. Suka jalan-jalan, icip-icip makanan, dan menulis. Ada yang ingin ditanyakan atau bekerjasama untuk review usaha, produk dan lain-lain silahkan kontak vidya.nafsil@gmail.com

2 thoughts on “The Jayakarta Lombok Beach Resort & Spa, Pilihan Menginap Ramah Anak, Ramah Kantong

    1. Naaah pastinya saya kurang tahu juga ya berapa harga sekarang. Tapi yang pasti waktu anak pertama saya umur 1,5 tahun aja satu orang itu untuk renang 100 ribu mbak. Berhubung sekarang yang berenang empat orang (hanya emak yang selonjoran kaki di tepi kolam), jadilah leih baik menginap. dapat breakfast pula esok paginya kan. berenang dua kali pula. hahah…monggo pantau2 diskon di aplikasi “burung biru” heheh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *